Pages

Mengenai Saya

Foto saya
mengenai saya . hanya seorang gadis skolioser yang selalu mencari pegangan untuk dapat berdiri tegak . :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 05 Februari 2011

are you skolioser ? yes i am .!

ketika aku tau kalau aku skolioser terjadi kala aku masih anak bawang di kelas 1smp .
sewaktu SD , aku benar-benar merasa kasihan kepada orang-orang yang memiliki tubuh berkelok. membayangkan tulang mereka, meraba-raba punggungku. dan selalu beranggapan kalau aku ini normal.
tak pernah terbesit dalam bayangku aku akan menjadi sosok dalam penggambaran itu, penderita em.. bukan pengidap lebih tepatnya.. pengidap kelainan skoliosis. aku cacat, emm.. bukan .. hanya sedikit memiliki perbedaan dibanding yang lainnya.
entah sejak kapan aku 'terkena' kelaian ini, sampai sekarang belum diketahui tepatnya. namun ketika kecil, saat menatap cermin, aku merasa aneh dengan tubuhkuu :
1. perutku buncit ? hah ?
2. tinggi pinggulku yang tidak sama,
3. dan pinggangku yang aneh .
dan aku hanya beranggapan itu 'normal', dan mengira jika tubuhku akan 'indah' ketika dewasa. dan ini hanya 'proses yang normal'. berjuta kali kali kata 'normal' berkutat di kepalaku .
hingga akhirnya, mamah mulai berkeluh atas tenjolan di engkolan kananku, yang menonjol dibanding sebelahnya. papah yang selalu berfikir positif selalu menganggap itu 'normal'.
sayangnya, ternyata semua itu bukanlah suatu 'kenormalan'. melainkan bentuk 'keabnormalan' . hah ?

di kelas 1 SMP, mamah mulai menanyakan tentang kelainanku ini.
pertama tama pada dokter , teman papah. dokter ortopedi muda yang sangat berkompeten di bidangnya. dan akhirnya ia memvonisku mengidap kelainan skoliosis.
kedua , pada dokter teman mamah. aku lupa tepatnya ia dokter apa. namun, ia ahli pada tulang. dan untuk kedua kalinya. aku divonis sebagai skolioser.
setiap pasien anak-anak yang menderita suatu penyakit jarang sekali diberitahukan mengenai penyakitnya secara langsung, entah mengapa. ketika di dokter teman mamah, aku disuruh keluar ruangan dan mamah tetap tinggal bersama dokter itu dengan wajah cemas. aku terpukul dengan ekspresi itu. seakan aku divonis bila besok aku akan dipenggal.
di ruang tunggu, aku bersikap santai sebisa mungkin, diam, kaki gemetar, tangan yang terus berkeringat, dan kening yang yang basah. -kurasa sedikit berlebihan?-
mulai menjelajah masa depan, mebayangkan bila aku akan menjalani hidup sebagai skolioser, apakah itu sulit ? yang aku syukuri dari penyakit ini, adalah penyakit ini kurang berpotensi terhadap kematian. setidaknya itu sisi positif yang dapat ku ambil dalam posisi seperti itu.
tanpa terasa air mataku keluar, entah aku juga bingung menangisi apa. menangisi diri sendiri, masa depan, kecemasan, atau punggungku.
setengah jam kemudian, mamah keluar, dengan wajah yang merah. ingin rasanya aku memeluknya, menangis sepuasnya, namun aku tak pernah bisa melakukan semua itu dengan baik. jadi benar-benar ku pendam pikiran itu dalam-dalam.
langsung saja aku berdiri dan berjalan keluar klinik, tanpa berakata-kata apapun. menganggap semuanya tidak berarti merupakan hal yang paling aku butuhkan saat ini. di dalam mobil, air mataku tumpah. aku berusaha menutupinya, karena aku tidak mau terlihat lemah.
setibanya di rumah, berlari kekamar. dan menangis sepuasnya dalam dekapan bantal. mencoba teriak berharap semua ini hanya mimpi kosong. mimpi kosong !
namun aku tau semua itu hanya sia sia.
Read more...
separador

Rabu, 02 Februari 2011

Alyssa Amalia

hai mungkin sedikit perlu untuk menceritakan biografi 'ruwet' ku . ;p


1. miris .
lahir dari kalangan apa , sama sekali tak akan menentukan jalur hidupmu. mengapa ? karena itu terbukti dalam hidupku . buktinya ? . lahir dari pasangan dokter yang sehat. sama sekali tak menjadikanku gadis yang bebas dari segala penyakit.
2. aku anak malang , penuh akan segala resiko .
 sejak kecil aku berkenalan dengan bur gigi . karena gigiku yang abnormal . rahang bawah yang maju dan 2 gigi taring yang tidur dan malas untuk mencuat .
 aku juga sering dimasuki infus . amandel yang sebesar bakso, mendekam erat di tenggorokanku . penuh akan baluran cairan nanah yang pasti akan membuatmu ngilu .
 dan ini . yah ini . tulang berliku, dengan 2 lekukan . lebih dari 30 derajat ketika aku menemukannya .
ku beri nama snaky . karena ia tak pernah sekalipun mau untuk lurus. bahkan terus saja bertambah kemiringannya .hoahm .
3. tapi semua itu tentu tak mungkin mejadi suatu masalah yang besar . karena aku ini Alyssa Amalia . dalam kamus hidupku tak ada kata hancur . mungkin aku memang bukan gadis sempurna, normal, cantik, dengan kepribadian menyenangkan . namun aku ya aku . aku tak mau bercermin di belakan cermin . karena itu sama sekali tak akan membentuk bayangan diriku .
di dalam hidupku. aku seringkali mengeluh . mengenai ini itu, menyalahkan Tuhan yang menciptakanku , orang tua yang menurunkan gen buruknya hanya padaku. namun aku sendiri tau jika semua itu salah dan benar benar percuma. pertama, untuk apa kau mencaci maki Tuhan? dan kedua untuk apa kau meyalahkan orang tua yang telah megasihimu selama ini ? anak durhaka .

di dalam hidup. aku mengerti kita hanya mampu berusaha untuk memeberontak pada takdir yang ada. hanya saja. bila niat tak bulat semua akan konyol akhirnya. itu sebabnya mama yang aku sia-siakan selalu berusaha demi kesembuhan anak malangnya .

selalu memberontak kepada Tuhan . menunjuk orang orang yang lebih dari padaku . berusaha mencari orang -orang yang mengerti akan diriku . serasa terjun ke dalam timah panas .
mungkin kalian merasa aku ini berlebihan, membual dalam merangkai kata, namun asal kalian tau. kalian tak pernah mengerti rasanya menjadi 'aku' . jadi kalian tak berhak untuk mengatakan apapun mengenai aku .
 
Read more...
separador

Followers