Pages

Mengenai Saya

Foto saya
mengenai saya . hanya seorang gadis skolioser yang selalu mencari pegangan untuk dapat berdiri tegak . :)
Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 12 Juni 2011

kawat BONSAI ?

wajahku pucat , mukaku kusut , mataku bengkak .
betapa buruknya aku . dan aku harus berangkat les sekarang .
aku tau aku jauuh dan jauuuh lebih semrawut dari kapanpun ..
ah entahlah .. aku tau takkan ada yang peduli .

dan sewaktu aku sampai. hmm.. biasanya aku akan mendapat sindiran atas keterlambatanku. namun semuanya kini bungkam. entah kenapa.. mungkin saja karena penampilanku malam ini.. baiklah .. kucoba untuk menelan ludah ..

semua angka yang ada di papan tulis kucoba telan, namun entah tulisan tulisan itu sekan mendadak berubah menjadi angka 5k0'50'10515 . buruk .. sungguh buruk .. mendadak aku menjadi anak alay .
aku bingung, akan memulai semua ini dengan bicara pada siapa , akankah mereka peduli ?
toh aku takkan mati sejam lagi .. apa peduli mereka ?

aku tak menyangka ternyata semua itu berkelanjutan, minggu berikutnya mama mengantarku ke Solo, oke itu kota kedua dalam hidupku . tiap 2 minggu aku kesini menantang maut untuk ke dokter gigi . -parah-
tepatnya ke rumah sakit ortopedi , awalnya aku masih bingung ini mau apa . dan setelah itu bertemu dengan dokter yang cukup ramah . memberi wejangan padaku dan blaa blaa blaa .. mengatakan kalau aku ini bonsai, dan bila ingin memiliki tubuh yang bagus harus diatur dengan kawat. oke sekeras apapun aku ingin bilang .

AKU TAK INGIN TERKEKANG DOK !
Demi apapun di dunia ini aku bingung , aku labil .
aku dituntun ke dalam suatu kamar, besarnya hampir mirip kamarku. dengan satu bed tempat tidur dan ranjang penunggu . dan ada kamar mandi dalam. kata lelaki itu aku akan tinggal disini selama lima hari .
apa ? 5 hari ? ngapain ?
kamu akan ditraksi abis ujian ko yang . traksi ? itu makanan ? ato apa ?
udaah kamu tenang aja .. tenang ? what ?

nelen ludah . laggggi !

okelah mau apa juga aku terima . mau apa lagi . namanya juga bonsai .

dan yapp tibalah masa eksekusi ku tanggal 22 juni . aku masuk ke RS dan disana sudah siap dengan bed, pemeberat, pengait . dan .. ohh .. betapa kerennya semua ini . kepalaku ditarik lewat daguku. dan pinggangku juga ditarik kebawah.. ya ampun . ngga pernah kepikiran kalo bakal ngalamin yang beginian ..

neleeen ludah nelen nelen .. berharap semuanya ini orang lain yang jalanin bukan akuu ..

posisinya aku ini belom pernah tau namanya skolioser. dan nggak pernah kebayang buat jadi skolioser. semua ini datangnya tiba tiba. ngga sama kaya amandel yang udah nyantol di tenggorokanku.. ngga sama kaya gigi semrawut yang nansang di mandibulaku.. ini nggak sama . aku tau ini beda.

hmm.. baik .. mulai sekarang aku mencoba pasrah .. tunggu .. tapi sampai kapan ? aku sudah benar benar malas untuk ke dokter lagiiii ..

dan kembali pada masalah . TRAKSI .
kata dokter ini untuk melenturkan tulang bonsaiku . oke aku pasrah karna aku nggak tau apa apa. dalam fikiranku semua ini akan selesai dalam 5 hari . setelah itu aku pakai korset -kain- yang nyaman. dan membuat tubuhku jauh lebih baik dan beres .

aku takkan bertemu dengan infus. namun kata kata infus lebih mending dibanding harus tidur dengan posisi ranjang miring yaaang lengkap dengan pemberat atas bawah.
oke aku pasrah pasrah . nyerah . angkat tangan bendera putih !
tapi aku masih bersyukur, aku dilairin gampang banget bablas kalo nyium bantal. alhasil.. semua ini ngga begitu berat.walaupun badanku rasanya kaya dilindes buldoser 5kali .
jam jam yang boleh aku nikmatin tanpa traksi bener bener aku nikmatin. tiap bangun butuh 5 menit buatku untuk ngembaliin darah ke tempat semula. ngalirin darah biar nggak mampet di kepala. 
makan minum, sholat, ke kamar kecil . huuh .. rasanya surga.
satu tempat faforitku adalah kamar mandi ,
yap.. kenapa . . aku bisa nangis sepuasnya di sana aku bukan tipe orang yang rela buat nangsi mewek didepan orang banyak. itu bukan aku. sebernya aku lebih ikhlas buat nangis sambil ngaca soalnya dengan kaca aku tau gimana ancurnya aku. dan aku bakal nggak lama lama nangisnya.
tapi disini. aku serasa dipenjara, disiksa pula.
aku tau ini cobaan dari Yang di Atas aku nyoba tabah.. aku udah nyoba..
tapi tiap -pup- aku selalu netesin air mata. oke. mamah hampi ngga tau kapan aku nangis. tapi kalo abis dari kamar mandi mama ngga pernah ngomong, nyinggung masalah apapun. aku nyba tabah buat itu..
jadi mungkin mama bingung harus bilang apa. kalaupun mama bilang sepatah kata. aku bakal luber .

mamah .. orang yang PALING PALING PALING berjasa dalam hidupku ini . kapan kapan aku bakal bikin entry yang isinya cuma tentang mama ..

tiap hari aku ditungguin sama yuyeng, mas adit, mas indra, mb ela. dan nggak jarang mereka ngajak pacar masing masing.. oke.. makin lama aku makin ngrasa melas .. banget ..

aku pengen cepet-cepet selesai..
dihari ketiga tanggal 24 juni.. seorang entah dokter apa.. pak Tarno namanya, datang ke kamarku.. beliau bertubuh subur , dengan seorang suster cantik membawa kaus putih, gips, dan balutan kain atau apalah itu. aku tak pernah berfikir tentang suatu keburukan ini.
karna apa, setauku aku hanya akan memakai korset kain . titik.

dan aku tau bila dugaanku kini salah . mengapa ?
yap.. korsetnya bukan dari kain tapi dari mika ! KAMU TAU MIKA KAN ? BENDA KERAS YANG KALAU DI KETUK BETSUARA BAK PINTU KAYU ! 
ooh .. jadi ini,. kawat bonsaiku ...

ini belum fix akan menjadi kawat bonsaiku, badanku bakal disetak dulu sebelum kawat bonsaiku jadi ..
umm .. kalo nggak salah namanya Brace ..
kata beliau, seorang anak laki laki SMA rela memakai ini untuk menyembuhkan skoliosisnya?
lalu kenapa ? aku anak SMP kelas 2 , lalu ?
mama terus mendorongku agar aku mau, kalau sudah seperti ini benar benar tak ada pilihan selain pasrah ..

aku bingung, ya .. bingung .. kenapa aku tak bisa menerima semua ini ..
aku takut semau orang akan menanyaiku akan hal ini. aku malu .. tentu ..
hmm.. apa yang terjadi besok akankah aku bisa melewati semua ini ?
Read more...
separador

Sabtu, 05 Februari 2011

are you skolioser ? yes i am .!

ketika aku tau kalau aku skolioser terjadi kala aku masih anak bawang di kelas 1smp .
sewaktu SD , aku benar-benar merasa kasihan kepada orang-orang yang memiliki tubuh berkelok. membayangkan tulang mereka, meraba-raba punggungku. dan selalu beranggapan kalau aku ini normal.
tak pernah terbesit dalam bayangku aku akan menjadi sosok dalam penggambaran itu, penderita em.. bukan pengidap lebih tepatnya.. pengidap kelainan skoliosis. aku cacat, emm.. bukan .. hanya sedikit memiliki perbedaan dibanding yang lainnya.
entah sejak kapan aku 'terkena' kelaian ini, sampai sekarang belum diketahui tepatnya. namun ketika kecil, saat menatap cermin, aku merasa aneh dengan tubuhkuu :
1. perutku buncit ? hah ?
2. tinggi pinggulku yang tidak sama,
3. dan pinggangku yang aneh .
dan aku hanya beranggapan itu 'normal', dan mengira jika tubuhku akan 'indah' ketika dewasa. dan ini hanya 'proses yang normal'. berjuta kali kali kata 'normal' berkutat di kepalaku .
hingga akhirnya, mamah mulai berkeluh atas tenjolan di engkolan kananku, yang menonjol dibanding sebelahnya. papah yang selalu berfikir positif selalu menganggap itu 'normal'.
sayangnya, ternyata semua itu bukanlah suatu 'kenormalan'. melainkan bentuk 'keabnormalan' . hah ?

di kelas 1 SMP, mamah mulai menanyakan tentang kelainanku ini.
pertama tama pada dokter , teman papah. dokter ortopedi muda yang sangat berkompeten di bidangnya. dan akhirnya ia memvonisku mengidap kelainan skoliosis.
kedua , pada dokter teman mamah. aku lupa tepatnya ia dokter apa. namun, ia ahli pada tulang. dan untuk kedua kalinya. aku divonis sebagai skolioser.
setiap pasien anak-anak yang menderita suatu penyakit jarang sekali diberitahukan mengenai penyakitnya secara langsung, entah mengapa. ketika di dokter teman mamah, aku disuruh keluar ruangan dan mamah tetap tinggal bersama dokter itu dengan wajah cemas. aku terpukul dengan ekspresi itu. seakan aku divonis bila besok aku akan dipenggal.
di ruang tunggu, aku bersikap santai sebisa mungkin, diam, kaki gemetar, tangan yang terus berkeringat, dan kening yang yang basah. -kurasa sedikit berlebihan?-
mulai menjelajah masa depan, mebayangkan bila aku akan menjalani hidup sebagai skolioser, apakah itu sulit ? yang aku syukuri dari penyakit ini, adalah penyakit ini kurang berpotensi terhadap kematian. setidaknya itu sisi positif yang dapat ku ambil dalam posisi seperti itu.
tanpa terasa air mataku keluar, entah aku juga bingung menangisi apa. menangisi diri sendiri, masa depan, kecemasan, atau punggungku.
setengah jam kemudian, mamah keluar, dengan wajah yang merah. ingin rasanya aku memeluknya, menangis sepuasnya, namun aku tak pernah bisa melakukan semua itu dengan baik. jadi benar-benar ku pendam pikiran itu dalam-dalam.
langsung saja aku berdiri dan berjalan keluar klinik, tanpa berakata-kata apapun. menganggap semuanya tidak berarti merupakan hal yang paling aku butuhkan saat ini. di dalam mobil, air mataku tumpah. aku berusaha menutupinya, karena aku tidak mau terlihat lemah.
setibanya di rumah, berlari kekamar. dan menangis sepuasnya dalam dekapan bantal. mencoba teriak berharap semua ini hanya mimpi kosong. mimpi kosong !
namun aku tau semua itu hanya sia sia.
Read more...
separador

Rabu, 02 Februari 2011

Alyssa Amalia

hai mungkin sedikit perlu untuk menceritakan biografi 'ruwet' ku . ;p


1. miris .
lahir dari kalangan apa , sama sekali tak akan menentukan jalur hidupmu. mengapa ? karena itu terbukti dalam hidupku . buktinya ? . lahir dari pasangan dokter yang sehat. sama sekali tak menjadikanku gadis yang bebas dari segala penyakit.
2. aku anak malang , penuh akan segala resiko .
 sejak kecil aku berkenalan dengan bur gigi . karena gigiku yang abnormal . rahang bawah yang maju dan 2 gigi taring yang tidur dan malas untuk mencuat .
 aku juga sering dimasuki infus . amandel yang sebesar bakso, mendekam erat di tenggorokanku . penuh akan baluran cairan nanah yang pasti akan membuatmu ngilu .
 dan ini . yah ini . tulang berliku, dengan 2 lekukan . lebih dari 30 derajat ketika aku menemukannya .
ku beri nama snaky . karena ia tak pernah sekalipun mau untuk lurus. bahkan terus saja bertambah kemiringannya .hoahm .
3. tapi semua itu tentu tak mungkin mejadi suatu masalah yang besar . karena aku ini Alyssa Amalia . dalam kamus hidupku tak ada kata hancur . mungkin aku memang bukan gadis sempurna, normal, cantik, dengan kepribadian menyenangkan . namun aku ya aku . aku tak mau bercermin di belakan cermin . karena itu sama sekali tak akan membentuk bayangan diriku .
di dalam hidupku. aku seringkali mengeluh . mengenai ini itu, menyalahkan Tuhan yang menciptakanku , orang tua yang menurunkan gen buruknya hanya padaku. namun aku sendiri tau jika semua itu salah dan benar benar percuma. pertama, untuk apa kau mencaci maki Tuhan? dan kedua untuk apa kau meyalahkan orang tua yang telah megasihimu selama ini ? anak durhaka .

di dalam hidup. aku mengerti kita hanya mampu berusaha untuk memeberontak pada takdir yang ada. hanya saja. bila niat tak bulat semua akan konyol akhirnya. itu sebabnya mama yang aku sia-siakan selalu berusaha demi kesembuhan anak malangnya .

selalu memberontak kepada Tuhan . menunjuk orang orang yang lebih dari padaku . berusaha mencari orang -orang yang mengerti akan diriku . serasa terjun ke dalam timah panas .
mungkin kalian merasa aku ini berlebihan, membual dalam merangkai kata, namun asal kalian tau. kalian tak pernah mengerti rasanya menjadi 'aku' . jadi kalian tak berhak untuk mengatakan apapun mengenai aku .
 
Read more...
separador

Followers